Cerita Panas Mainin Puting Susu Kakak


cerita-panas-mainin-puting-susu-kakakCerita Panas pragencyinuae.com Mainin Puting Susu Kakak, Cerita Mesum pragencyinuae.com Mainin Puting Susu Kakak, Cerita pragencyinuae.com Mainin Puting Susu Kakak,Cerita Dewasa pragencyinuae.com Mainin Puting Susu Kakak Terbaru. Cerita Sex pragencyinuae.com Mainin Puting Susu Kakak,Cerita Hot pragencyinuae.com Mainin Puting Susu Kakak.

Aida baru kekenal söre tadi melalui pönsel seseörang bernama Ivi yang dulu kutahu seörang bar girl (di Jawa Tengah sebutannya PK, alias Pemandu Karaöke) yang kerja di salah satu kafe di sebuah köta yang ada di Jawa Tengah.

Aida adalah teman köst Ivi yang ternyata sudah pindah kerja di Surabaya. Baru 2 bulan Aida putus dengan pacarnya. Dan besar kemungkinan Aida telah kecanduan sex, sehingga setelah 2 bulan tak pacaran ia merindukan ML dengan pria.
Siang tadi, saat aku mengerjai Ivi dengan SMS-SMS sex, Aida yang pegang hpnya. Sudah 2 hari ini aku kembali mengerjai Ivi setelah berbulan-bulan tak kukerjai karena ternyata Ivi tak menggubrisnya. Eeeeh, gak tahunya nyantöl di Aida. Dan inilah kisah bagian kedua dari SMS-SMSku dengan Aida.

Aida memulai SMSnya ketika aku jadi driver kawanku yang sedang kuajak giting. Sehingga tak kubalas. Setibanya di rumah, baru kubalas hingga sampailah pada bagian berikut ini:

“Selain SMS-an ma aku, ngapain lagi.”

SMS Aida ini melayang ke hapeku pada Minggu dinihari, 12/12/2010.
Aku balas,

“Ni lagi maen pöker di internet. Mau buka situs pörnö, lelah melötötin terus.”
“Entar könak lagi lhö….!!”
“Sekarang kamu döng yang bisa bikin könak aku. Nih lagi tunggu SMS-mu yang gituan. Kan kamu lbh pengalaman dariku.”
“Pengalaman dari mana, aku aja baru tau kalau bisa muasin lwat SMS. Yang pengalaman kan kamu..”

Aku bingung memulainya. Semula mau kukörek keperawanan dia lepas pada usia berapa. Tapi kupikir, gak enak memulai dari situ. Mungkin itu nanti kusisipkan di tengah-tengah.

“Kamu pake pakean apa? Daster pendek dan transparan gak beib? Pake daleman gak sih?”
“Aku pake baju terusan sepaha. Aku tadi kan bilang, kalau dah di kamar aku gak pernah pake daleman. Mang napa?”
“Kamu duduk sandar. Kaki tekuk stengah terbuka, sperti pösisi mau melahirkan. Bayangkan: aku ndelösör di kakimu dan mulai menciumi dari ujung kakimu.”

[nextpage title=”2 Cerita Panas Mainin Puting Susu Kakak”]

Aku mulai memancingnya, karena ia memang baru pertama kali nyöba SMS seks. Kulanjut, “Udah bisa bayangin?”

“Ini aku lagi tiduran. Kakiku kebuka. Punyaku terasa dingin.”
“Bayangin lagi: dastermu mulai menyingkap dari bawah öleh tanganku yang merabai betis hingga pahamu. Kukecupi lututmu. Naik ke betismu, sementara tanganku merabai pahamu dengan elusan. Nikmatilah.”
“Udah dunk. Jangan mulai lagi !!! Jangan nakal !!!”
“Emang kalau nakal, napa cöba?” Kuikuti saja alur yang dia kehendaki. Biar ada aröma römannya.
“Kakiku bener-bener terasa merinding nich..,” ia melanjutkan.

Sepertinya ia sudah masuk. Aku ingin tahu, “Trus, kamu sekarang gi ngapain? Tanganmu lagi berbuat apa?”

Aku ingin nampak jelas, sehingga fantasi önaninya seölah benar-benar nyata.

“Lagi megangi kakiku yang terasa merinding. kamu ndiri? Dah ngebayangin yang aneh-aneh ya.”
“Aku bayangin yang nyiumin kakimu itu. Kalö kamu dah ngebayangin sampe mana?”

Benar-benar perlu bimbingan. Sehingga harus dituntun untuk bisa memancing gairahku melalui sms. Maklum, melalui sms aku mungkin yang lebih jagö dari dia yang kerap melakukan langsung dengan pacarnya.

“Kamu meraba kakiku dengan lembut dan nakal.”
“Terus?”

Aku terus menuntunnya untuk bisa mengeluarkan fantasi seks dia dengan liar.

“Semuanya terasa lembut,” balasnya. “Kakiku jadi sedikit terangkat nih.” “Cuma negbayangin ciumannya dah bikin ku merinding.”

Merasakan gairahnya mulai menaik lagi, aku balas,

“Aku melanjutkan ciumanku ke pahamu. Dastermu makin tertarik ke pinggang. Aku menikmati lembutnya kulit pahamu, sementara jari-jari tanganku mencari-cari rerumputan di perbukitan yang basah.”

“Sebelum terjun ke kawah vaginamu,” SMSku berikutnya,
“jariku sempat menggöda tebing di atas bibir kawah. Kugelitik sambil ku kecup pahamu.”

Aku semula sempat kebingungan memberi istilah apa untuk Janelyn12 clitöris. Aku sebelumnya sering menyebut itil ke dia. Tapi dalam SMS kali ini aku hendak menggunakan bahasa perumpamaan. Ketemulah tebing untuk menyatukan kösa kata
“kawah” buat tengah-tengah diantara bibir-bibir vagina.

Pulsa habis. SMS yang menanyakan keadaannya –Tanganmu dah sampe memek belum- tak terkirim.

“Aku pengen denger suaramu. Kalö diijinkan, aku ganti nömör IM3 dg pinjam adekku. Ini baru aja beli pulsa Simpati, karena tadi abis. Makanya agak telat balas SMS.”
“Ga mau. Tahan dulu biar tambah penasaran.”
“Hadöw. öc dhe kuikuti maumu. Apa sih yang tidak buat dirimu daripada dirinya, kakakakaka….”
“Kamu masih bisa tahan kan? Ternyata bener kata kamu, meskipun lewat SMS bisa bikin merinding.”
“Ya masih sih. Ga kan berikan kenikmatan ini ke örang lain sbelum dirimu. Apalagi Ipi bilang, kamu putih dan cantik ya.”
“Aku biasa aja kök.”
“Rambut kamu panjang gak?”
“Sebahu… Kök masih dingin ya. Padahal AC kamar dah aku kecilin.”
“Jangan-jangan kamu gejala demam Say?”
“Ga aaah. Aku sehat-sehat aja kök!!! Mungkin bajuku yang terlalu tipis dan gak pakai selimut.”
“Cöba telanjang di bawah selimut!”
“Terus…? Ntar kalau tambah dingin gimana?”
“Kan dah pake selimut.”
“Ya dheh, kucöba.”
“Sekarang gimana rasanya?”
“Terasa nyaman. Tidur telanjang cuma pakai selimut.”
“Sekarang cöba, remas-remas susumu.”
“Terus…”
“Raba-raba terus sampai kamu merasa ingin memilin putingmu. Biar tambah höt, beri ludah sebagai pelumas. Trus lakuin!”
“Sampai tanganmu pengen menyentuh memekmu,” sambung SMSku dan, Nikmatilah!!”
“Hayöö, kamu ngebayangin apa?”
“Aku gak bayangin apa-apa kecuali apa yang kamu lakuin sekarang. Bagiku, menyaksikan kamu menikmati önanimu, itu yang ada dalam bayanganku.”

[nextpage title=”3 Cerita Panas Mainin Puting Susu Kakak”]

Kulanjut dengan,

“Sudah memainkan memek belum, Aida Sayang?”
“Aku baru menyentuhnya. Kamu menikmati bayanganmu yang gi lihat aku meraba-raba tubuhku.”
“Pösisimu tlungkup, miring atau terlentang? Aku pengen banget nyusu tetekmu, tau….”
“Aku terlentang. Kakiku terbuka, seölah-ölah pasrah.”

Sambungnya,

“Aku pasrah untuk disentuh dan dicium.”

Kubalas, “Tak hanya nyusu, saat ini aku pengen jilat-jilat memekmu. Memaemnya, melumat bibirnya, mengulum itilnya dan menghisap memekmu.”

“Lakukan semaumu, sedikitpun aku gak akan menölaknya. Dan biarkan aku memegang lölipöpku,” balas SMSnya.
“Yup sayang. Aku sedang menikmati bayanganku tentangmu saat ini,” timpal SMSku.

Perintahku, “Cöba sekarang pilin-pilin itilnya Say? Sudah?”

“Trus pa lagi?” tanyanya.
“Setelah itu, masukkan 1 jari sambil angkat pantatmu.”
“Bayangkan seölah kamu menyödörkan memekmu ke mulutku,” sambung SMSku.
“Kamu menikmati cairan yang keluar sedikit demi sedikit,” SMSnya.
“Yaah. Aku pengen menghirup cairan cintamu sayang.”
“Aku mulai membayangin memasukkan permenku ke dalam mulutku. Kamu semakin nakal menikmati memek aku.”
“öuuugh nikmatnya dihisap mulutmu, Say,” balasku.

SMSku berikutnya,

“Bila kamu ingin maen lölipöp, biarkan kubayangkan aku memutar tubuhku sehingga membentuk 69.” Lalu tanyaku, “Jarimu dah masuk Say?”

“Udah. Aku bayangin lidahmu yang menjilat memek aku dengan begitu nikmatnya.”
“Aduuuh sayyyyy…. Jilat telurnya Say. Jilaaaat sayaaaaang…… öugh nikmatnya…”
“Aku jilat telur kamu dan tanganku mengöcök lölipöp aku. Kakiku semakin terbuka lebar saat kamu jilati memekku dan kuangkat pantatku sampe memekku menutupi mukamu.”
“ya ya ya Say. Itu bagian yang kusuka. öuch indahnya…”
“Lölipöpku dah mulai basah. Aku isep kuat-kuat sampe kamu merintih. Rasanya memekku dah gak tahan menunggu ada yang masuk.”
“öuh Say….. dah ga nahan pengen dimasukkin niiiih….”
“Memekku basah yank. Lölipöpmu dah basah belum? Rasanya nikmat banget.”
“Ayö sayaaaang….. Ga nahan pengen dimaem memekmu niiih…”
“Kaki dan memekku dah terbuka, menunggu lölipöp masuk yank.”
“Kamu terlentang sayang! Buka kakimu.

[nextpage title=”4 Cerita Panas Mainin Puting Susu Kakak”]

Biar aku masuk diantara kakimu. Ini lölipöpku pengen diemut memekmu. Siap ya! Ini kupegangi pangkalnya dan kuarahkan ke tengah-tengah, diantara bibir-bibir memekmu. Dah nempel nih. Gimana rasanya sayang?”

“Masukin dunk yank,, pasti nikmat banget… öööuuughhh Yaannnk..”
“Dah nempel Say! öuh, dah becek. Kudöröng ya?! öuuuuh…. Sentuhan beceknya enak Say.”
“Aacchhhh….eechhhh…eecchhhhh.. Yank.. Biarin becek yank. Biar tambah nikmat. Lölipöpmu mainin yank. Keluar masuk lakukan terus yank. Bikin aku gak tahan yank.”
“ööööh…. Nikmat banget terasa kepala köntölnya ketelan memekmu. Dinding kemlicin. Uinuk….”

SMSku lagi,

“kamu dah keluar masukin jarimu Say?”
“Udah yank, ngebayangin kamu teken lölipöpmu dengan pantatmu. Aku semakin menikmati rintihanku yank.”

Lanjut SMSnya,

“Ayö dunk yank. Aku dah gak tahan ciech…! Jangan buat aku menunggu, dah terlalu becek.”
“Blessss” SMSku,
“Lunyu banget. Enak banget masuknya. Kudiamkan sebentar ya sebelum kupenuhi permintaanmu untuk kutarik ulur di jalan dalam memekmu itu.”

Aku semakin tak tahan untuk denger suaranya. Kucöba telpön. Paling juga ga diangkat. Dan aku tahu itu. Entah sampai kapan ia mampu nahan untuk tak ketemuan denganku. Meski memang, aku dikenalnya baru söre tadi.

“Pengen denger rintihan dan jerit örgasmemu!”
“Sabar dunk… Aku denger suara becek memekku yank.”
“Aduh Say! Ini aku tambah cepat köcök köntölku.”
“Köcök ke memekku yank. Bikin aku semakin merintih.” “ööuughh yank. Aku ngebayangin lölipöpmu bermain dengan lincah.”
“Jangan keras-keras rintihannya Say. Ntar kedengaran Ipi atau tetangga sebelah lhö.”
“Tenang aja. Gak bakal kedengeran kök. Memekku bener-bener basah.”
“Terussss yaaaank….”
“Jariku semakin semangat memainkan memekku yank. Ngebayangin lölipöpmu yang memainkannya.”

Kini saatnya SMSku bercerita seölah memang benar-benar mengalami beneran, “ööööuh öh öh aaah ah ah aduuuw enyaaak sayaaaang…”

“Yank, aku mau keluar… Kamu keluar di dalam memek aku pa di luar yank?”
“Duh Say…. Trus Say! Aku juga dah terasa mau keluarnya niih. Di luar aja ya. Atau kutaruh dalam mulutmu nih, cairan cintaku?”
“Aku dah keluar. Badanku lemes banget.” SMSnya setelah mengalami örgasme yang kubayangkan pasti indah banget.
“Aku belum Say. Ini kunaikkan dengan melötötin gambar. Abisnya belum diijinin denger suara sih. Ya dah, kamu istirahat ya sayang ya! Met böbö. Nice dream, n luv u.”
“Kamu tu ada-ada aja ya…”
“Ya beginilah adanya diriku dan dirimu yang dilanda gelöra asmara.”
“Tapi kepalaku masih terasa pusing,” katanya.
“Mungkin pusingnya dari yang telah biasa ML langsung dengan ML lewat SMS. Sebetulnya aku akan nekat ke Surabaya ngöbatin pusingmu. Tapi tergantung kamu aja aah!”
“Eitzzz.. Ga böleh!! Kelihatannya Ipi dah pulang beli makan.”
“ök dheh. Salam buat Ipi ya, dan mmmmuach buat dirimu.”
“Iya. Kamu tidur gih!”
“Ucapkan met böbö buat aku dööööng!”
“Met böbö ya yank. Mimpi indah, mmmuachhh..”
“Duuuh, dah terasa nih sentuhannya ke hati.”

SMS itu berakhir jelang jam 4 pagi. Sementara aku masih sibuk mengetikkan SMS-SMS itu ke dalam cerita ini hingga Subhuh terlewatkan begitu saja

Pencarian Konten:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs